KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayahnya jualahpenulis akkhirnya dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam juga penulis ucapkan kepada junjungan kita Rasullullah SAW,beserta kerabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini sampai selesai.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, hal itu karena keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena itu penulis meminta kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Penulis harap makalah ini dapat diterima untuk melengkpi tugas belajar dan pembelajaran.
Banjarmasin,24 November 2008
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Latar belakang pembutan makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas juga ingin mengetahui perkembangan kurikulum dari tahun-ketahun apakah sudah memiliki perkembangan atau tidak serta apakah guru memiliki peranan yang sangat sentral dalam pengenmbangan kurikulum.
1.2 Bahasan masalah.
Kami disini hanya membahas tentang pembelajaran dan pengembangan kurikulum yaitu mencakup :
a) Kurikulum dan landasan pengembangan kurikulum.
b) Komponen dan prinsip – prinsip pengembangan kurikulum.
c) Model – model pengembangan kurikulum.
d) Guru dan pengembangan kurikulum.
1.3 metode yang digunakan.
Metode yang kami gunakan disini adalah system metode perpustakaan yakni membaca dan merangkum.
BAB II
ISI
A. Kurikulum dan landasan pengembangan kurikulum.
1) Pengertian kurikulum.
UUD republic Indonesia nomor 2 tahun 1989 pasal 1 menyebutan bahwa “ kuriulum adalah seperankat rencan dan pengaturan mengenai isi dan bahasa serta cara yang digunakansebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar”, sedangkan pasal 37 menyebutkan kurikulum adalah susunan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan menperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaianya dengan lingkungan.
2) Landasan pengembangan kurikulum
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan, menentuka proses pelaksanaan dan hasil pendidikan.penyusunan kurikulum membutuhkan landasan – landasan yang kuat, yang didasarkan atas hasil – hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Ada beberapa landasan dalam perkembangan kurikulum yaitu :
a. Landasan filsofis.
Pandangan dan wawasan yang ada dalam masyarakat merupakan adalah pandangan dan wawasan dalam pendidikan bahkan dapat dikatakan bahwa filsafat yang hidup dalam masyarakat merupakan landasan filosofi penyelenggaraan pendidikan.oleh karena itu landasan dilosofis pengembangan kurikulum adlah hakekat realitas , ilmu pengetahuan , system nilai , nilai kebaikan , dan hakekat pikiran yang ada dalam masyarakat untuk landasan filsofis di Indonesia adalah pancasila.
b. Landasan psikologis.
Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko – fisik seseorang sebagai individu , yang dinyatakan dalam berbaga bentuk prilaku dalam interksi dengan lingkungannya. Kondisi setiap individu berbeda maka itu ada dua bidang psikologis yang mendasari kurikulum yaitu psikologi kurikulum dan psikologi belajar.
c. Landasan sosial , budaya , agama.
Masyarakat tidak mudah menerima sesuatu untuk melaksanakan penerimaan semua itu maka pendidikan dimanfaatkan dan dirancang melalui kuriulum jadi jelaslah kitanya bagi kitamengapa salah satu landasan pengembangan kurikulum adalah nilai – nilai sosial agama .
d. Landasan ilmu pengetauan tekhnologi dan seni.
Ilmu pengetahuan dan teknolgi adalah nilai – nilai yang bersumber pada pikiran dan logika , sedangkan seni bersumber pada perasaan atau estetika pendidikan merupakan upaya yang dlakukan untuk menghadapi perubahan yang semakin pesat , termasuk didalamnya ilmu pengetahuan tekhnologi , dan seni maka pengembangan kurikulum teruslah berdasarkan ilmu pengetahuan tekhnologi dan seni.
e. Landasan kebutuhan masyarakat.
f. Masyarakat kota dan masyarakat pedesaan sangat berbeda oleh karena itu pengembangan kurikulum yang hanya berdasarkan pada ketrampilan saja tidak akan memenhuhi kebutuhan masyarak modern yang bersifat tekhnologis. Pengembangan kurikulum juga harus ditekankan pada pengembangan indiidu yang mencakup lingkungan sosial setempat, jadi landasan perkembangan kurikulum adalah kebutuhan masyarakat yang dilayani kurikulum yang berkembang.
g. Landasan perkembangan masyarakat.
Masyarakat selalu mangalami perkembangan maka diperlukanlah pendidikan yang sesuai. Untuk itu perkembangan masyarakat diperlukan rancangan kurikulum yang landasan pengembangannya berupa pengembangan masyarakat itu sendiri.
B. Komponen dan prinsip – prinsip pengembangan kurikulum
1) Komponen kurikulum
Sebelum melaksanakan kegiatan penyeimbangan kurikulum terlebih dahulu harus mengetahui komponen apa saja yang terdapat di kurikulum. Kurikulumdapat diumpamakan sebagai manusia ataupun binatang yangmrmiliki susunan tertentu. Susunan kurikulum yang utama adalah tujuan,isi atau materi, organisasi, dan media.
Sautu kurikulum harus memiliki telepansi yaitu pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tujuan, kebutuhan, kondisi dan perkembnagan masyarakat kedua kesesuaian dengan isi sesuai dengan tujuan, proses sesuai dengan isi dan tujuan, demikian pula epolusi sesuai dengan proses, isi dantujuan kurikulum.
a. Tujuan memiliki peranan yang sangat penting, akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum yang lain. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal, pemikiran dan teraharah pada pencapaian nilai-nilai filosofis terutama filsafah Negara. Ada bebrapa tujuan yaitu:
1). Tujuan pendidikan nasional (tujuan umum)
2). Tujuan institusional
3). Tujuan kulikuler
4). Tujuan instruksional (tujuan bersifat khusus)
b. Materi / pengalaman belajar
Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dasn sikap yang terorganisasi dalam mata pelajaran. Sedangkan penglaman belajar dapat diartikan sebagai belajar tentang , belajar bagaimana disiplin berpikir dari suatu disiplin ilmu.
c. Organisasi
Materi dan pengalaman berwujud dalam kurikulum di organisasikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan, namun demikian perlu kita sadari bahwa pengorganisasian kurikulum merupakan kegiatan yang sulit dan kompleks.
d. Evaluasi
Evaluasi merupakan penilaian pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara menyeluruh. Evaluasi ini dibagi atas
(1) Evaluasi hasil belajar- mengajar : untuk menilai keberhasilan penggunaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan.
(2) Evaluasi pelaksanaan mengajar : dalam hal ini yang dievaluasi adalah tujuan mengajarkan bahan pengajaran, strategi dan media pengajaran.
2. Prinsip – prinsip perkembangan kurikulum.
• ada bebreapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum yaitu :
a) Prinsip relevansi :
• relevansi keluar : maksudnnya tujtuan, isi, dan proses belajar yang mencakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan masyarakat.
• Relevansi kedalam : terjadinya relevansi di antara komponen – komponen kurikulum ,tujuan , isi , proses penyampaian dan evaluasi.
b) Prinsip kontinuitas (kesinambungan ) : kesinambungan ini terjadi secara vertical dan secara horizontal.
c) Prinsip fleksibilitas : prinsip ini menuntut adanya penyesuaian – penyesuain dalam mengembangkan kurikulum tanpa mengorbankan tujuan yang hendak dicapai.
d) Prinsip praktis / efisiensi : mudah dilaksanakan , menggunakan alat – alat sedehana serta biaya yang murah.
e) Prinsip efiktivitas : pengembangan kurikulum dipengaruhi oleh keberhasilan pendidikan.
• Adapun prinsip khususnya yaitu :
a) Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan.
Tujuan pendidikan bersumber pada :
Ketentuan dan kebijakan pemerintah.
Survey mengenai persepsi orang tua melalui wawancara / angket.
Survey tentang pandangan para ahli dalam bidang – bidang tertentu.
Survey tentang man power.
pengalaman Negara – Negara lain.
Penelitian.
b) Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidika.
Dalam hal ini para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal yaitu :
Perlu penjabaran tujuan pendidikan.
Isi pelajaran harus meliputi segi pengetahuan,sikap,dan ketranpilan.
Urutan isi harus logis dan sistematis.
c) Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar.
Hal – hal yang harus diperhatikan :
Apakah metode yang dipergunakan cocok dengan bahan pelajaran ?
Apakah tekhnik memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapt melayani individual siswa?
Apakah metode tersebt memberikan urutan kegiatan yang bertingkat – tingkat ?
Apakah metode ini dapat mencapai kegiatan kognitif , afektif, dan psikomotor ?
Apakah metode ini lebih mengaktifkan siswa /guru ataukah malah keduanya ?
Apakah mendorong kemampuan siswa dalam hal yang baru ?
Apakah metode ini menimbulan kegiatan belajar dirumah ?
d) Prinsip berkenaan dengan pmilihan media dan alat pengajaran.
Alat pengajaran apa yang diperlukan , apakah sudah teredia ?
Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran , apakah dalam bentuk modul , paket belajar atau yang lain ?
Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar?
e) Prinsip berkaitan dengan pemilihan kegiatan penilaian.
Alat penilaian hendaknya diperhatikan :
-kognitif
– afektif
- psikmotor
Merencanakan penilaian hendaknya memperhatiakan :
- kelas
- usia
- tingkat kemampuan kelompok.
Dalam pengolahan suatu hasil penelitian hendaknya memperhatikan :
- Norma yang digunakan dalam tes.
- Apakah menggunakan formula quessing.
- Bagaimana mengubah skor ke-skor masuk.
- Untuk apakah hasil tes digunakan.
C. Model –model pengembangan kurikulum.
1. Model administrative ( line staff )
Model perkembangan kurikulum ini merupakan pola pengembangan paling awal. model perkembangan ini berdasarkan pada para kerja atasan bawahan yang dipandang efektif dalam pelaksanaan perubahan.
Model ini memiliki langkah – langkah :
(1) Administrator pendidikan.
(2) Komisi pengarah bertugas merencnakan rumusan umum , mengembangkan prinsip – prinsip pedoman , menyiapkan suatu pernyataan filosofi.
(3) Membentuk komisi kerja.
(4) Memeriksa hasil kerja dan komisi kerja.
Ada dua kegiatan dalam mdel ini :
- menyiapkan seperangkat dokumen kurikulum baru.
- menyiapakan instlasi dokumen.
Model kurikulum ini dengan kata lain membutuhkan penyiapn para pelaksana kurikulum melalui berbagai bentuk pelatihan agar dapat melaksanakan kurikulum dengan baik.
2. Model grass-roots.
Model perkembangan kurikulum ini semua inisiatif dan upayanya dari bawah.
Model ini bisa juga disebut model dari bawah ke atas.
Perlu di ingat ada 4 prinsip dalam model grass- roots yang dikemukakan oleh smith , steenly , dan shores yaitu :
(1) Kurikulum akan bertambah baik kalau kompetisi professional guru bertambah baik.
(2) Kompetisi guru akan lebih baik bila guru terjun secara langsung dakam masalah – masalah perbaikan kurikulum.
(3) Kebersamaan guru dalam menanggung tujuan yang dicapai.
(4) Pertemuan seorang guru denhan kelompk – kelmpok lain membantu dalam prinsip – prinsip dasar , tujuan dan pencapaian.
Dalam model ini guru dituntut untuk memiliki sejumlah kemampuan , maka itu guru haruslah diberikan ksempatan untuk terlibat secara langsung dan memecahkan masalah – masalah kurikulum.
3. Model Beauchamp
Model ini mengemukakan 5 hal dalam pengembangan suatu kurikulum yaitu :
1. Menetapkan ruang lingkup atau wilayah.
2. Menetapkan personalia.
3. Organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum.
4. implementasi kurikulum.
5. Evaluasi kurikulum.
4. Model arah terbalik taba (taba’s inverted model)
Model ini juga meneggunakan 5 hal didalamnnya yaitu :
1. Mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru.
2. Menguji unit-unit eksperimen.
3. Mengadakan revisi dan konsolidasi.
4. Pengembangan keseluruh kerangka kurikulum.
5. Emplementasi dan disementasi.
5. Model rogers
Ada 4 langkah pengembangan kurikulum model rogers yaitu :
1. Pemilihan satu system pendidikan sasaran
2. Pengslaman yang intenif bagi guru.
3. Pengembangan pengalaman kelmpok yang intensif untuk suatu kelas atau unit pelajaran.
4. Melibatkan oran tua dalam pengembangan kelompok.
Model ini tidak ada suatu perencanaan tertulis melainkan rangkaian kegiatan kelompok tidak mementingkan frmalitas yang palin penting adalah aktifitas dan interaksi.
D. Guru dan perkembangan kurikulum.
(1) Peran guru dalam pengembangan kurikulum.
Keterlibatan seorang guru dalam mdel – model pengembangan kurikulum bukan kebetuln belaka. Guru adalah orang tau situasi dan kondisi diterapkannya kurikulum yang berlaku selain itu guru juga bertanggung jawab atas tercciptannya hasil belajar yang diinginkan.dalam hal ini sudah sewajarnyalah seorang guru beperan dalam pengembangan kurikulum.wujud peran guru dapat berupa bentuk- bentuk :
Merumuskan tujuan khususnya pengajaran berdasarkan kurikulum.
Merencanakan pembelajaran yang dapat efektif.
Menerapkan rencana / program pembelajaran yang sudah dirumuskan.
Mengevaluasi hasil dan proses belajar.
E. Mengeveluasi interaksi antara komponen – komponen kurikulum.
Lima kegiatan tersebut merupakan peranguru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi sedangkan yang bersifat desentralisasi perranan guru lebih besar yaitu mencaup pengembangan keseluruhan komponen – kmponen kurikulum dalam perencanaan , mengimplementasikan kurikulum yang dikembangkan , mengevaluasi kurikulum , dan mengevaluasi kurikulum yang kurang memadai.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru berpangkal pada suatu kurikulum,dan dalam proses pembelajaran guru juga berorientasi pada tujuan kurikulm.Pada satu sisi guru adalah pengembangkan kurikulum.Pada sisi lain guru adalah pengajar siswa yang secara kreatif membelajarkan siswa sesuai dengan kurikulum sekolah.Hal ini menunjukkan bahwa guru-guru dituntut untuk memahami kurikulum.
B.SUMBER RUJUKAN
-PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK PENULIS.PROF.DR.HANASYA ODIH SUKMA DINATA FEBRUARI 2004
-PEMBEKAJARAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PENULIS
R.WINA SANJAYA MARET 2006
-BELAJAR DAN PEMBELAJARAN OLEH DR.DIMYATI,DRS.MOJIONO FEBRUARI 2006
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………..
1.2 Bahasan Masalah……………………………………………………………………
1.3 Metode yang Digunakan………………………………………..………………….
BAB 11
ISI
A. Kurikulum dan landasan pengembangan kurikulum……………………………….
B. Komponen dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum…………………………
C. Model-model pengembangan kurikulum…………………………………………….
D. Guru dan pengembangan kurikulum…………………………………………………
BAB111
PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………………………………………..
B. Sumber Rujukan……………………………………………………………………..
